Pages - Menu

Jumat, 31 Januari 2014

Tips menghadapi Wawancara Kerja

Wawancara, Kerja, Lowongan
Pengalaman kerja beserta kualifikasi yang relevan pada umumnya merupakan beberapa faktor yang menentukan seorang dapat diterima kerja disuatu perusahaan. Tetapi sebenarnya , Suatu proses pencarian kerja dapat dibilang sukses jika berhasil memberikan kesan baik di saat wawancara kerja. Sia sia saja jika ada seseorang yang sangat ahli disuatu bidang pekerjaan tertentu namun memberikan suatu kesan yang sangat tidak baik pada saat wawancara kerja berlangsung.


Segala kualifikasi dan keahlihan yang dimiliki akan hilang begitu saja karena orang yang mewawancarai merasa tidak yakin dengan pembawaan orang yang diwawancara sebagai individu yang nantinya akan bekerja di perusahaan tersebut. Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa hal yang harus dipersiapkan demi memberikan kesan yang baik di saat menghadapi wawancara kerja.

Surat lamaran dan Resume
Meskipun wawancara adalah suatu proses pengenalan lebih mendalam kepada calon yang potensial, namun kesan pertama yang akan dilihat dari pihak pemberi pekerjaan adalah dari Surat Lamaran dan Resume yang anda kirim. Surat Lamaran adalah suatu surat formal dimana tata bahasa anda akan benar-benar diperhatikan. Gunakan bahasa yang tepat yang mengindikasikan mempunyai kualifikasi dan sangat tertarik untuk berbagung dengan perusahaan tersebut. Namun usahakan juga untuk tidak terlihat arogan. Jika surat pengantar anda sudah tertulis dengan baik maka secara otomatis resume akan lansung menjadi poin tambahan yang dapat mendukung proses pencarian kerja, terutama jika resume anda sangat relevan dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Ingat, surat pengantar dan resume akan menentukan apakah pihak perusahaan akan memanggil anda untuk wawancara atau tidak.

Berpakaian Dengan Rapi
Apakah ada hal selanjutnya yang harus dipersiapkan pada saat hari wawancara nanti? Jawabannya adalah: Berpakaian Yang Rapi. Terlepas dari apakah perusahaan yang bergerak di dunia kreatif yang tidak mempermasalahkan cara berpakaian yang informal atau justru bergerak di dunia korporat yang membutuhkan aturan berpakain yang formal, intinya apapun kondisinya harus tetap berpakaian dengan rapi.
Kenapa? Karena dengan berpakaian rapi akan memperlihatkan suatu itikad baik bahwa kita menghargai pihak perusahaan yang telah mengundang untuk melakukan wawancara kerja. Selain itu, berpakaian yang rapi adalah sebuah dress code yang netral dalam situasi apapun, karena disitu bertujuan untuk memberikan suatu kenyamanan baik bagi diri anda sendiri maupun pihak yang akan mewawancarai Anda.

Tata Krama dan Bahasa Tubuh Saat Wawancara

Fase terakhir dari wawancara kerja adalah yang menentukan apakah akan diterima di perusahaan tersebut atau tidak. Oleh karena itu, segala bentuk bahasa tubuh serta tata krama akan menjadi penentu terakhir. Disini kita harus berhati-hati karena banyak sekali para pencari kerja yang gagal mendapatkan pekerjaan dikarenakan tidak bisa memberikan kesan yang baik pada saat wawancara. Memang benar bahwa kualifikasi maupun pengalaman kerja anda sangat penting. Namun apa artinya jika mempunyai perilaku yang tidak bisa membuat rekan-rekan kerja nantinya merasa nyaman karena tata krama dan bahasa tubuh yang tidak baik. Yang terpenting lagi adalah fokus dan konsisten terhadap apa yang sudah dijalani sejak menulis surat pengantar kerja hingga menyusun resume. Pastikan bahwa kita adalah orang yang sama ketika mereka membaca surat pengantarnya.
Posting Komentar